25.4 C
Serang
2:34:22 (1 Desember, 2023)
Bantencom Media
ALAMBreakNews

Badan Lingkungan Hidup Serang Akan Menindak Tegas Perusahaan Yang Tidak Membuat UPL dan UKL

Serang, bantencom – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Serang mengancam akan menindak tegas dengan menutup sebanyak tujuh perusahaan di Kecamatan Cikande. Hal tersebut dilakukan lantaran sejumlah perusaan tersebut belum mempunyai pelengkapan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Padahal itu merupakan bentuk lampiran dari izin operasi perusahaan industri.

Salah satu perusahaanyang diancam akan di tutup adalah PT Ediral yang berada di kawasan industri Modern Cikande, Perusahaan tersebut tidak memiliki UPL dan UKL yang menjadi syarat mutlak bagi perusahaan. Human Resources development (HRD) Ruhadi menilai, ancaman pihak BLH Kabupaten Serang sudah jelas mendzolimi perusahaan kecil. Padahal perusahaan besar yang sudah jelas menghasilkan limbah yang banyak dan merugikan masyarakat dibiarkan.

Menurut Ruhadi, PT Ediral yang berproduksi aluminium sebagai supalyer ke PT Yasunaga sudah sekitar lebih dari 10 tahun berdiri hanya mempunyai 75 karyawan, sudah mempunyai etikat baik akan membuat UPL maupun UKL untuk memenuhi izin dokumen Amdalnya.

“Sekitar tiga bulan yang lalu sebanyak 20 perusahaan diberikan pembinaan berkenaan dengan hal tersebut oleh pihak BLH Kabupaten Serang, sekaligus akan diberikan format persyaratan dokumen pembuatan UPL maupun UKL. Setelah itu, kami pun diundang kembali oeh BLH, namun yang bersangkutan tidak ada di tempat. “Jadi bagaimana kami bisa memenuhi izin itu semua, orang ditemui aja ga bisa,” ucapnya.
Limbah perusahaan kami, lanjutnya, berupa sisa oli yang jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan limbah perusahaan besar.

Sementara Kepala BLH Kabupaten Serang Irawan Noor, membantah dinilai telah mendzolimi perusahaan kecil. Pihaknya meminta untuk bertemu dengan perusahaan agar bisa menjelaskan secara detail.
“Nanti sajalah yah. Nanti ketemu biar jelas, kalau lewat telpon seperti ini takut ada yang salah. Yang pasti benar akan menutup tujuh perusahaan di kawasan industry modern,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan selulernya.

Kelengkapan dokumen UKL dan UPL dalam sebuah perusahaan yang akan beroperasi merupakan suatu hal yang diwajibkan. Karenannya dalam dokumen tersebut adalah satu kesatuan dari pembuatan Analisis mengani Dampak Lingkungan (Amdal). “Jika perusahaan tidak memiliki dokumen tersebut tentu harus ditutup paksa,” tuturnya.

(BC4)

Related posts

Tim Gabungan Batalyon 751 Raider & Satgas Bantuan, Hadang Kelompok Radikal Bersenjata

Ridwan Salba

Liburan natal & tahun Baru Didominasi mobil pribadi, Pelabuhan Merak Padat

Ridwan Salba

Pembangunan Jalan Banten Selatan Rampung 48 Persen

Edi Santosa

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika diinginkan. Terima: Read More

Privacy & Cookies Policy