29.5 C
Serang
13:46:11 (7 Februari, 2023)
Bantencom Media
DAERAH

Bukit Teletubies, Wisata Hiking Di Suralaya Kian Banyak Dikunjung Warga

Serang, bantencom – Buat mereka yang berada di Kota Cilegon Bukit Kembang Kuning alias Bukit Teletubies, yang berada di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten bukanlah nama asing. Kini, Bukit Teletubies menjadi salah satu tujuan berwisata sambil berolahraga adalah mendaki atau hiking . Warga beberapa kabupaten di Banten kini kian banyak bertandang ke bukit ini untuk memandang keindahan alam dan  udara yang sejuk di wilayah Suralaya ini.
Supriadi, warga Kota Serang, mengaku sengaja menuju Bukit Teletubies setelah melihat informasi dari sejumlah teman dan media online tentang keberadaan wisata alam menarik untuk dikunjungi. Dia mengaku, berwisata juga dilakukan untuk menjaga imunitas tubuh di masa pandemi.  
“Saya sengaja datang kemari, untuk menyaksikan langsung wisata alam yang selama ini hanya mendengar lewat cerita dan  melihat di dunia internet. Setelah melihat langsung, ternyata alamnya masih asri dan udara yang segar,” katanya saat ditemui di Bukit Teletubies, Selasa (23/2). 
Supriadi menguraikan, Bukit Teletubbies ini memiliki keunikan tersendiri. Dia mengaku senang melihat keindahan pemandangannya dan udara yang segar.  Keindahan tersendiri, menurutnya bisa dilihat ketika berada di puncak bukitnya. “Kalau keseharian kita disibukan dengan kepadatan aktivitas pekerjaan,  maka ketika berekreasi di puncak gunung teletubis, semua kepenatan bisa menjadi terhibur,”jelasnya.
Beberapa pengunjung lainnya, mengaku sengaja ingin hiking. Dari lereng bukit menuju pucak, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan ditempuh berjalan kaki. Mereka mengaku perjalanan yang cukup lelah itu tertebus jika  sampai di puncak dan menatap perairan selat sunda, dan pesisir laut yang indah dan menawan dari atas bukit. 
Bagi warga lokal, keberadaan wisata alam di wilayah Suralaya ini,  juga menjadi ladang rezeki. Salimin,  warga yang menyediakan tempat parkir kendaraan di lereng bukit ini mengaku mendapat rezeki dari banyaknya warga berwisata di akhir pekan. Meski selama pandemi corona ini pengunjungnya terbatas, tetapi ada saja wisatawan yang bertandang. “Alhamdulillah rejeki mah ada aja,” jelasnya singkat.
Akan Dikembangkan
Salimin sendiri adalah warga sekitar Bukit Teletubies yang memiliki lahan pribadi, kemudian disewakan kapada para pengunjung yang datang. “Kalau lereng bukit ini milik pribadi, tapi kalau Bukit Teletubies-nya milik pemerintah,” pungkasnya.  
Bagi wisatawan, Bukit Teletubies adalah objek wisata yang murah meriah. Untuk menikmati wisata alam berjarak 23 kilometer dari pusat Kota Cilegon ini, tidak harus merogoh kocek banyak. Pengunjung hanya diminta jasa parkir Rp 5000 rupiah untuk kendaraan bermotor, dan Rp 10.000 kendaraan mobil.   
Menurut warga sekitar, nama asli bukit ini adalah Bukit Kembang Kuning. Penamaan ini disesuaikan dengan nama perkampungan tepat di sebelah bukit itu. Belakangan, karena bentuk yang runcing dan kemiringan hampir 45%, mirip dengan bukit di film anak-anak Teletubbies, warga menjulukinya dengan nama serupa.
Terhadap pengembangan wisata di bukit ini, Pemerintah Kota Cilegon menyatakan tengah mencanangkannya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cilegon, Mahmudin mengatakan, bahwa buki ini memang menjadi salah satu potensi wisata alam di Kota Cilegon yang akan dikembangkan bersama  Bukit Cipala, Bukit Ciporong, dan Batu Lawang.
 “Masih banyak lagi kalau mau melihat wisata alam di Kota Cilegon. Ada potensi pegunungan yakni, Bukit Teletubies, Bukit Cipala, Bukit Ciporong, Bukit Batu Lawang, Bukit Kedurung. Itu semua potensi wisata yang perlu dikembangkan,” kata Mahmudin kepada wartawan, Senin (22/2).
Dia juga mengaku sebagai salah satu warga yang kerap berkunjung ke Bukit Tetubies. “Ketika di puncak bukit, pemandangan dan udaranya  tidak kalah dengan kondisi di Puncak Bogor. Penataannya ke depan, untuk tahun ini akan menjadi prioritas. Jadi wisata alam yang ada di Kota Cilegon, tidak kalah dengan wisata alam di wilayah lain,” tambahnya. ****

Related posts

Adhyaksa Dault: Anggota Pramuka Jangan Golput!

Ridwan Salba

Greenpeace, pengadilan negara Belanda memutuskan perusahaan Shell bertanggung jawab atas kerusakan iklim

Ridwan Salba

Pembobolan conter jual beli hp secon dan laptop

Edi Santosa

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika diinginkan. Terima: Read More

Privacy & Cookies Policy