26.3 C
Serang
3:28:09 (6 Februari, 2023)
Bantencom Media
BISNISBreakNews

Kadistamben Banten, Keberadaan Kapal Queen of Netherland di Perairan Pulo Tunda Legal

Serang, bantencom – Keberadaan Kapal Queen of Netherland di Perairan Pulo Tunda, Kabupaten Serang, Banten, untuk melakukan uji coba penambangan pasir laut. Dalam melakukan uji coba penambangan pasir laut, Kapal Queen of Netherland telah mengantongi izin. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten, Eko Palmadi.
“Ya, Kapal Queen of Netherland telah memiliki izin untuk melakukan penambangan pasir laut di Perairan Pulo Tunda,” ujar Eko, Kamis (17/3).
Selain itu, perusahaan yang melakukan penambangan pasir laut adalah Koperasi Tirta Niaga Pantura. Koperasi Tirta Niaga Pantura menggunakan Kapal Queen of Netherland untuk melakukan penambangan pasir laut.
“Yang melakukan penambangan pasir laut adalah Koperasi Tirta Niaga Pantura. Koperasi itu menggunakan Kapal Queen of Netherland untuk melakukan penambangan pasir laut,” tambah Eko.
Sehingga keberadaan Kapal Queen of Netherland di Perairan Pulo Tunda adalah legal atau resmi. Sebelum melakukan uji coba penambangan pasir laut, pihak Koperasi Tirta Niaga Pantura memberitahu ke instansi terkait termasuk Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten.
“Penambangan pasir laut yang dilakukan Koperasi Tirta Niaga Pantura itu legal atau resmi. Kami telah menerima surat pemberitahuan sebelumnya,” ungkap Eko.
Sebagai penegasan, teritorial penambangan pasir laut Koperasi Tirta Niaga Pantura berada di Perairan Pulo Tunda, Desa Wargasara, bukan di Desa Lontar. Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Namun, banyak orang berasumsi bahwa aktivitas penambangan berada di Desa Lontar. “Kalau teritorial berada di Pulo Tunda, Desa Wargasara, bukan Desa Lontar,” imbuh Eko.
Sementara itu, masyarakat Desa Wargasara, satu-satunya desa yang berada di Pulo Tunda menyambut baik aktivitas penambangan yang dilakukan Koperasi Tirta Niaga Pantura. Aktivitas penambangan pasir laut dinilai membantu perekonomian masyarakat Desa Wargasara.
 “Kami mendukung adanya penambangan pasir laut. Karena penambangan pasir laut membantu perekonomian masyarakat,” ujar Kepala Desa Wargasara, Syamsul Bahri.
Bahkan,  masyarakat Desa Wargasara berharap agar Koperasi Tirta Niaga Pantura terus melakukan penambangan di Perairan Pulo Tunda. 
“Harapan kami, agar Koperasi Tirta Niaga Pantura tetap dan terus melakukan penambangan pasir laut di Perairan Pulo Tunda,” tambah Syamsul.
Untuk informasi, Kapal Queen of Netherland mulai memasuki Perairan Pulo Tunda sejak Jumat (4/3) lalu untuk melakukan uji coba penambangan pasir laut. Namun kini kapal tersebut tengah istirahat, tidak melakukan penambangan pasir laut untuk sementara waktu.

Related posts

Banjir di Carita Ulah Pembalakan Hutan Secara Ilegal

Ridwan Salba

Truk Proyek Pabrik Semen di Bayah Penyebab Jalan di Lebak Rusak

Ridwan Salba

Serangan Malam Pun Tiba

Edi Santosa

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika diinginkan. Terima: Read More

Privacy & Cookies Policy