30 C
Serang
13:41:14 (9 Februari, 2023)
Bantencom Media
DAERAH

Sebuah masjid berbentuk kapal laut jadi tempat rekreasi.

Bangunan megah sebuah masjid bertemakan kapal laut bernuansa religi.

Serang, Bantencom – keberadaan bangunan sebuah masjid yang dirancang ta ubahnya seperti kapal laut berdiri megah ditengah tengah tanah makam warga kampung Drangong desa Curugmanis kecamatan Curug Serang Banten.

Menurut silsilah syekh Abdullah Angga Derpa kapal bosok dan 83 keturunannya dimakamkan disini, hingga kini menjadi budaya religi dan tempat berjiarah warga serang banten dan sekitarnya.

Bangunan mesjid yang menyerupai kapal laut inipun diambil dari cerita sejarah beberapa abad silam, yang mana syekh Abdullah Angga Derpa konon menarik sebuah kapal laut hingga terdampar ditanah makam ini. sisa bangkai kapal kini tersisa beberapa baut saja dan tersimpan dibagian atas masjid.

Masjid berbentuk kapal laut berlantai tiga tersebut kini jadi tempat rekreasi warga Serang Banten dan sekitarnya, sehari hari ramai pengunjung, terlebih dihari minggu, pengunjung sangat membludak.

Para pengunjung penasaran ingin naik kelantai tiga maajid, namun syaratnya harus berjiarah dulu dimakam keramat Syekh Abdullah Angga Derpa.

Tidak ada tiket masuk, pengunjung hanya bayar parkir motor Rp. 2000 dan mobil Rp. 5000 serta amal sodakoh seiklasnya saat pengunjung memasuki area jiarah.

Dengan fasilitas toilet, musolah dan kantin membuat pengunjung semakin nyaman, kebanyakan pengunjung membawa sanak family.

Masjid megah bernuansakan kapal laut tersebut dijuluko kapal bosok, mesjid berada ditengah tengah tanah makam seluas dua hektar.

Dibangun sejak 2014, empat tahun sudah berjalannya waktu, namun dapat diselesaikan bulan mei 2017, entah berapa biaya pembangunan masjid tersebut, karena dana yang didapat adalah swadaya masyarakat, sehingga tidak ada rinciannya.

Menurut Aad warga setempat yang juga sebagai pemandu jiarah,  “pembangunan masjid ini selama empat tahun, dan selesai empat bulan kemarin yaitu bulan mei, dibangun diatas tanah makam keramat Syekh Abdullah Angga Derpa kapal bosok dan 83 keturunannya,dengan luas tanah makam dua hektar. Untuk anggaran biaya tidak bisa diprediksi karena dibangun secara bertahap selama empat tahun dan tidak ada rinciannya” ujarnya (Dewa).

Related posts

Babinsa Koramil Cikande, Keliling Kampung Temui Warga Desa Binaanya

Ridwan Salba

Forum Sekwan Provinsi Seluruh Indonesia Gelar Ratas

Ridwan Salba

Rumah ambruk rata dengan tanah, karena tak mampu perbaiki

Edi Santosa

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika diinginkan. Terima: Read More

Privacy & Cookies Policy