27.6 C
Serang
12:24:16 (9 Februari, 2023)
Bantencom Media
DAERAH

Warga Parungceri Digegerkan Buaya Liar.

Serang, bantencom.  Warga kampung Parungceri digegerkan oleh sesosok buaya liar yang tiba-tiba muncul dipinggir sungai, buaya muncul saat air sungai Cidurian sedang surut. Sesosok buaya muncul disemak-semak pinggiran sungai,tepatnya dikampung Parungceri Rt 02/01 Desa Jayanti Kecamatan ayanti Tangrang Banten.  Saat itu seorang warga bernama Hayani, menemukan seekor buaya yang sedang berada dipinggir sungai dekat perkampungan warga, Hayanipun langsung menangkapnya dengan menjerat pada bagian moncong buaya tersebut dengan tali tambang, setelah tali mengikat erat lalu Hayani berteriak meminta bantuan warga sekitar, dan buaya tersebut dapat ditarik kedaratan.

Buaya sepanjang 3.3m dengan berat sekitar 200kg itu jadi tontonan warga, tak sedikit warga yang mengabadikan dengan camera handphonnya, tubuh buaya tersebut sudah diikat dengan sejumlah tali dan matanya tertutup kain berwarna hitam sehingga dianggap aman walau keberadaannya dihalaman rumah warga.  Sudah terhitung empat kali warga menangkap buaya ditepi sungai Cidurian, keberadaan sungai Cidurian melintang membatasi kabupaten Serang dan kabupaten Tangrang, tak jauh dari pemukiman warga Parungceri terletak penangkaran buaya, dan tepat sekali dipinggir sungai yang bersrbelahan dengan perkampungan warga.

Dugaan warga buaya-buaya tersebut adalah buaya lepas dari penangkaran, namun belum ada kejelasan dari pihak penangkaran terkait hal ini, warga Parungceri merasa resah dan ketakutan dengan sering munculnya buaya-buaya tersebut, hal ini diungkapkan Uun Unayah warga Parungceri, “Sekarangmah takut kalau mau kesungai takut ada buaya, padahal dulumah mandi dan nyuci pada kesungai, apalagi sudah empat kali warga menangkap buaya” Ujar Uun.
Dihubungi melalui sambungan telephon, Tarman yang mengaku sebagai pihak dari penagkaran buaya belum bisa menjelaskan kalau buaya-buaya itu lepas dari penangkarannya, karena pagar pembatas dan pengamanan berbentuk terali beton dengan ring ukuran 10cm persegi, sehingga sangat tidak mungkin buaya-buaya yang ada dipenangkarannya bisa keluar dari area penangkaran. “Saya tidak yakin kalo buaya-buaya yang ada dipenanggkaran kami bisa keluar, karena pagar terali besi beton dengan ring 10cm persegi dengan tinggi tiga meter tidak mungkin buaya-buaya dipenangkaran ini bisa keluar” ujar Tarman kepada Bantencom. (Dewa)

Related posts

Ketua DPRD Tolak Penghapusan Perda Pekat

Ridwan Salba

Keluar Dari Zona Merah, Jumlah Pasein Covid-19 Banten Menurun dan Jumlah Sembuh Meningkat

Edi Santosa

Jeratan hukum bagi para pihak yang terlibat dalam prostitusi

Ridwan Salba

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika diinginkan. Terima: Read More

Privacy & Cookies Policy